2 Legenda MU ke Jakarta, Kemenpar Bidik Peluang Dongkrak Sport Tourism
Jakarta, Beritasatu.com – Kehadiran dua legenda Manchester United (MU), Patrice Evra dan Park Ji-sung di Jakarta diharapkan dapat mendongkrak sport tourism atau wisata olahraga Indonesia melalui rangkaian kegiatan Road to OGFC Unite 2027 yang digelar Offside Corp. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2027 dengan mempertemukan skuad legenda MU era 2008-2011 dan Jakarta All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Harapan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hafiz Agung Rifai, dalam konferensi pers Road to OGFC 2027 di kantor Kemenpar, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Hafiz, kehadiran dua mantan pemain MU dengan popularitas besar sebagai pesepak bola dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi wisata sekaligus tuan rumah berbagai acara internasional.
“Kita berharap dengan adanya event ini tidak hanya memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi event, tetapi juga memperkenalkan destinasi Indonesia. Patrice Evra dan Park Ji-sung ini memiliki popularitas secara global dan fanbase yang kita, dan nanti mereka juga akan membawa Manchester United legend ke sini dengan kekuatan media sosial masing-masing,” jelas Hafiz pada Sabtu (24/10/2026).
Hafiz menegaskan, sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai negara, budaya, dan keyakinan. Karena itu, wisata olahraga menjadi salah satu program utama Kemenpar untuk mendorong kunjungan wisatawan ke Indonesia.
“Di Indonesia jumlah penduduknya lebih dari 270 juta jiwa, dan sebagian besar dari mereka sangat menyukai sepak bola. Olahraga membangkitkan emosi yang membuat orang rela bepergian,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, acara olahraga dapat mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, menikmati kuliner lokal, membeli produk khas daerah, hingga mempromosikan destinasi melalui media sosial.
“Mereka terbang melintasi lautan untuk menonton sebuah pertandingan, menginap selama beberapa hari, mencicipi makanan, dan membeli batik kita. Kemudian mereka membagikan semuanya di media sosial, sehingga ini menjadi promosi yang bagus, dan kita bahkan tidak perlu membayarnya. Jadi, ini merupakan keuntungan bagi kita,” lanjut dia.
Sport tourism Indonesia, disebut Hafiz, telah mendapat perhatian melalui penyelenggaraan berbagai ajang internasional, salah satunya MotoGP Mandalika. Kemenpar pun terus berupaya mengembangkan sektor tersebut melalui beragam cabang olahraga.
“Kami berharap semakin banyak event olahraga yang dilaksanakan di Indonesia, tentu juga akan semakin dikenal juga Indonesia di mata dunia. Ini menunjukkan kita sebenarnya secara infrastruktur, secara fasilitas juga siap untuk menyelenggarakan acara-acara kelas dunia,” tandas Hafitz.
Diharapkan Dorong UMKM
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan, penyelenggaraan acara olahraga juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor pendukung, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki itu, pengembangan wisata olahraga perlu mencakup ekosistem yang lebih luas, mulai dari penyelenggaraan acara hingga produk suvenir yang berkaitan dengan olahraga.
“Kita melihat olahraga itu kan banyak industrinya juga, kita berharap nanti sampai ke cenderamata yang terkait dengan olahraga bisa berkembang. Sehingga UMKM juga bisa masuk ke sana, jadi kita harapkan tidak hanya acaranya saja, tetapi juga ekosistem di sport tourism-nya berkembang juga,” kata Kiki.
Patrice Evra Betah di Indonesia
Sementara itu, Patrice Evra mengaku selalu merasa seperti berada di rumah sendiri setiap kali berkunjung ke Indonesia. Sambutan hangat para penggemar MU menjadi salah satu alasan yang membuatnya nyaman berada di Tanah Air.
“Bermain untuk Manchester United (MU) merupakan sebuah keistimewaan dan keberuntungan bagi saya dan Park Ji Sung. Kami bisa begitu dekat dengan basis penggemar kalian, dan kalian langsung membuat kami merasa seperti di rumah sendiri,” ujarnya.
Evra juga mengaku bersyukur dapat mengenal Indonesia lebih jauh melalui kolaborasinya dengan Offside Corp. Ia diketahui menjadi investor sekaligus mitra bisnis perusahaan tersebut.
Menurut Evra, Indonesia memiliki banyak potensi wisata yang belum dikenal luas oleh wisatawan asing. Jakarta, misalnya, menyimpan beragam daya tarik, tetapi kerap kalah populer dibandingkan Bali.
Ia mengatakan telah berkunjung ke Indonesia lima hingga enam kali dan lebih sering menghabiskan waktu di Jakarta daripada di Bali.
“Saya sudah datang setidaknya lima atau enam kali. Sebenarnya, saya lebih sering berada di Jakarta daripada di Bali. Saya mungkin sudah dua kali ke Bali,” kata Evra.
Evra mengaku masih ingin menjelajahi budaya dan masyarakat Indonesia. Ia juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap kuliner khas Indonesia.
“Saya juga sedang mengenal budaya dan masyarakat di sini. Saya suka makanan, dan makanan di sini sangat luar biasa,” tutur Evra.
Sementara itu, Park Ji-sung menyoroti peran sepak bola dalam menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus mempererat hubungan antarnegara.
“Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Saya berharap OGFC Unite 2027 dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi para penggemar di Indonesia sekaligus menunjukkan bagaimana olahraga dapat terhubung dengan pariwisata dan budaya,” ujar pria asal Korea Selatan itu.
SUMBER: BeritaSatu.com


