Пропустить ссылки

Kemenpar Genjot Sport Tourism, Tak Hanya Andalkan MotoGP Mandalika

Jakarta – MotoGP Mandalika memang menjadi salah satu magnet sport tourism Indonesia, tetapi bukan satu-satunya. Sejumlah ajang olahraga lain juga berpotensi mendatangkan wisatawan, meski gaungnya belum sebesar balap motor dunia tersebut.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, menyampaikan ada sejumlah ajang sport tourism Indonesia yang gaungnya belum sebesar MotoGP di Mandalika. Agar gaungnya serupa MotoGP Mandalika, promosi sport tourism Indonesia harus selalu dilakukan agar memberikan dampak baik untuk sektor pariwisata Indonesia.

“Kalau terkait sport (tourism) kan Mandalika sebagai utamanya, tapi kita mendorong juga event-event lainnya. Banyak event olahraga yang selalu diselenggarakan tidak hanya di Mandalika,” kata Hafiz usai konferensi Road to OGFC di Kantor Kementerian Pariwisata, Jumat (23/10/2026).

“Kita tahu yang terkenal ada Borobudur Marathon, kita juga fokus di sana. Lalu juga ada beberapa event seperti Bromo Tengger Semeru (BTS 100) mungkin tahun ini tidak diselenggarakan karena sedang ada kebakaran di sana,” Hafiz menambahkan.

Selain itu, Hafiz juga menyebut beberapa agenda lainnya terkait sport tourism di Indonesia seperti balap sepeda Tour de Singkarak di Sumatera Barat hingga Tour de NTT.

Untuk kontribusi sektor sport tourism terhadap pertumbuhan pariwisata Indonesia secara keseluruhan, Hafiz tak mendetailkan berapa persentase pertumbuhannya. Namun, secara ringkas pertumbuhan sport tourism di Indonesia ini terus mengalami tren positif.

“Kalau peningkatan memang setiap tahun meningkat, nanti kami coba cek lagi untuk angka pastinya. Tapi berdasarkan apa yang dikeluarkan oleh BPS, memang peningkatan sport tourism itu cukup signifikan setiap tahunnya,” ujar Hafiz.

Melalui beragam event tersebut, Kementerian Pariwisata berupaya memperluas pengembangan sport tourism agar tidak hanya bertumpu pada Mandalika.

Berbagai kegiatan olahraga di daerah diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan destinasi Indonesia.

(upd/fem)

SUMBER: Detik Travel

Leave a comment